Buku LKS Siswa Dapat Beli di konter HP, Apa Pun Alasannya Menyalahi Aturan.

  • Whatsapp
Facebooktwitterlinkedinrssyoutubeinstagrammailby feather

Patroliindonesia.com I Meski sudah dilarang, beberapa sekolah di wilayah Kecamatan solear Kabupaten Tangerang provinsi Banten masih saja menjual Lembar Kerja Siswa (LKS) kepada siswa. Larangan sekolah menjual LKS pada siswa itu diatur dalam Pasal 181 Peraturan Pemerintah No 17 tahun 2010 yang menerangkan bahwa, penyelenggara dan tenaga pendidik, baik perorangan maupun kolektif dilarang menjual buku pelajaran, perlengkapan pelajaran, bahan pelajaran, serta pakaian seragam di tingkat satuan pendidikan Kamis (04/09/2021)

Aturan tersebut juga tercatat dalam Permendikbud Nomor 8 tahun 2016 tentang buku yang digunakan oleh satuan pendidikan.

Dari keluhan sejumlah wali murid sebut saja F, anak- anak mereka sekolah di SDN Pesanggrahan 1 disuruh membeli LKS oleh pihak sekolah dengan harga mencapai Rp 120.000 untuk sebelas buku dari kelas 1 sampai kelas 6, LKS disuruh beli di salah satu tempat yang sudah ditentukan oleh pihak sekolah.

Trik pengelola sekolah memuluskan penjualan LKS itu dengan menyuruh murid membeli LKS diluar sekolah. Tetapi para orang tua disuruh untuk membeli ke tempat yang sudah ditentukan. Cara itu untuk menghindari adanya pemeriksaan dari Dinas Pendidikan. Apabila ketahuan jual beli LKS di sekolah tentu pihak sekolah dimarahi pihak dinas. Kemudian, jika ada penerbit yang menawarkan buku paket dan LKS, sekolah harusnya menolak. Jika terjadi sebaliknya, pasti kepala sekolah itu kongkalikong dengan penerbit.

Saat di jumpai awak media, Kamis 02/09/2021 Atik si penjual LKS mengatakan.

“saya tidak ada kerjasama dengan pihak sekolah manapun saya menjual buku LKS ini atas pendirian saya sendiri, saya tidak tahu bahwa penjualan buku LKS ini harus memiliki ijin edar.
Saya berjualan buku LKS ini sudah lama sudah bertahun tahun, awalnya saya berjualan di depan rumah, sekarang saya pindah di kios perumahan Batara

“Kepala sekolah SDN Pesanggrahan 1, Acim ketika di mintai keterangan, mengatakan saya tidak menyuruh siswa siswi untuk membeli LKS dan saya juga tidak bekerjasama dengan pihak penjual tersebut.” Ujarnya.

Selang berapa jam kemudian ketika kami ingin menanyakan kejanggalan, ternyata nomer wa kami sudah di blokir.

Hingga berita ini di tayangkan pihak kepala sekolah belum bisa di mintai keterangan lebih lanjut.(endang)

Facebooktwitterlinkedinmailby feather

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *