Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Beltim gelar Vaksinasi Massal

  • Whatsapp
Facebooktwitterlinkedinrssyoutubeinstagrammailby feather

Patroliindonesia.com | Belitung timur – Vaksinasi massal untuk umum yang digelar oleh Dinas kesehatan,Pengendalian Prnduduk Keluarga Berencana Kab. Beltim dimulai sejak pagi. Vaksinasi massal ini dilaksanakan di Auditorium Zahari MZ, Kamis (26/8/2021) untuk mendapatkan vaksin perdana.

Meski jadwal vaksin baru dimulai pukul 08.00, warga dari berbagai Desa sudah mulai antri untuk mendapatkan Vaksin yang sudah mencapai sekitar 300 warga menunggu berjam-jam untuk mendapatkan vaksin Moderna.

Muat Lebih

Warga dengan Keinginan dan kesadaran untuk menjaga kondisi kesehatan di kala pandemi COVID-19 dan ikut mensukseskan program pemerintah.

Widya warga pendatang ini ikut antri untuk mendapatkan vaksin dan mengaku sudah sejak lama ingin divaksin, namun tidak pernah kesampaian karena banyaknya masyarakat yang sudah antri dan stok yang terbatas.Untuk kali ini Widya sangat bertekad untuk divaksin karena ingin pulang ke kampung halaman asalnya.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Beltim Muhammad Yulhaidir mengatakan, kegiatan Vaksinasi Massal Umum dilaksanakan untuk menurunkan kasus COVID-19 di Kabupaten Beltim. Selain di Auditorium Zahari MZ Manggar, kegiatan juga dilaksanakan di Kecamatan Simpang Pesak.

“Pelaksanaan Vaksinasi saat ini Khusus untuk vaksin massal umum yang digelar di dua tempat ini, dan lainnya yang ada di seluruh kecamatan itu untuk yang sudah terdaftar di desa-desa,” kata Yulhaidir.

Diakui Yulhaidir, antusiasme masyarakat Beltim sangat tinggi untuk ikut mensukseskan program vaksinasi. Untuk itu Dia berharap agar pihak-pihak lainnya untuk ikut membantu Pemerintah mempercepat pencapaian vaksinasi.

“Target kita 101.206 masyarakat yang divaksin, agar tercapai herd imunity dan kita pastikan akan bertambah terus, tapi kita juga berharap dukungan dari pihak—pihak lainnya misalnya CSR,” ujar Yulhaidir.

Menurutnya, pada hari sebelumnya jumlah warga Kabupaten Belitung Timur yang sudah mendapatkan vaksin minimal menerima dosis pertama mencapai 21.052 warga. Jumlah ini sudah mencapai 20,8 persen dari target sebanyak 101.206 warga.

“Ini data untuk dosis ke satu kita sampai kemarin dan yang hari ini belum dihitung. Kita masih perlu 80 ribuan lagi untuk mencapai target, kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Beltim.

“Untuk mengejar target 80 persen tersebut, Supeni berharap agar stok vaksin dapat terus tersedia di Kabupaten Beltim apalagi animo masyarakat Beltim untuk vaksin sangat tinggi. Kita melalui Bapak Bupati terus meminta untuk mendapatkan persediaan vaksin di Kabupaten Beltim.

Jadi walaupun tidak sekali datang, dropping vaksinnya dapat rutin minimal seminggu sekali,” ujar Supeni.

Ditambahkannya, setelah program vaksin massal, dalam waktu dekat ini Program vaksinasi untuk anak sekolah dan ibu hamil akan dilaksanakan di Kabupaten Beltim.

“Kita akan menggarap dengan sasaran anak sekolah dengan menggunakan vaksin sinovac. Selain itu juga untuk ibu hamil, sekarang sudah boleh vaksin untuk ibu hamil namun tetap dengan syarat tertentu,” jelasnya.

Vaksinasi di Kabupaten Beltim menurut Supeni berjalan dengan lancar dan aman. Jubir vaksin Kabupaten Beltim ini mengatakan sejak awal hingga saat ini pihaknya tidak menemukan adanya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) baik yang sedang maupun berat. Kalau KIPI yang ringan sih ada, namun sangat kecil kasusnya Misalnya, demam ringan, menggigil atau nyeri di lengan setelah disuntik,” ungkap Supeni.

Dirinya menyarankan agar warga yang baru divaksin namun mengalami gejala tersebut agar banyak-banyak minum air hangat dan mengkonsumsi obat penurun panas. Kemudian jika demamnya mencapai 38 derajat minum penurun panas. Ia juga menyarankan jika ada keraguan silahkan datang atau kontak puskesmas yang ada di kartu vaksin. (@2/sm).

Facebooktwitterlinkedinmailby feather

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *